Showing posts with label bekerjadarirumah. Show all posts
Showing posts with label bekerjadarirumah. Show all posts

Friday, 26 March 2010

Kerja Di Rumah? Pikir Lagi Deh!


OK, sudah baca kan blog saya mengenai asiknya kerja online dari rumah? Itu manisnya... saya mau kasih tau pahitnya nih, hehehe... supaya Anda tahu bahwa di dunia ini tidak ada sesuatu yang bisa diraih dengan mudah apabila Anda ingin mendapatkan hasil yang luar biasa. Semua butuh perjuangan dan pengorbanan, ya gak?

Tidak semua orang menganggap masalah dibawah ini sebagai sesuatu yang berat. Tergantung karir apa yang Anda jalani, kepribadian dan keluarga. Tapi kalo sudah tau apa kira-kira yang akan dihadapi, Anda lebih siap menjalaninya. 

Selanjutnya, ini yang saya alami selama bekerja di rumah:


1. Susah memisahkan antara pekerjaan dan rumah

Gimana ga susah? Seperti saat ini saya mengetik diatas tempat tidur sambil menemani suami saya bermain Wii. Jelas aja jadi sulit konsentrasi.. hehe.. Semua yang ada di sekeliling saya menjadi godaan buat saya. Acara TV favorit yang ditayangkan saat waktu kerja, chatting dengan teman, buku novel terbaru, BB, facebook. Atau sebaliknya, saya justru tidak bisa berhenti kerja karena tidak ada yang mengingatkan. Bisa lembur sampai pukul 3 pagi tanpa terasa! Kalo di kantor kan, misalnya, jam 5 sore teng harus pulang kalau ga bisa dimatiin lampu oleh satpam ;p


2. Banyak gangguan

Ya di kantor pun juga banyak gangguan, tapi tidak sepersonal yang saya hadapi di rumah. Kadangkala saat saya sedang berkonsentrasi penuh di depan komputer, tiba-tiba anak saya, Deco, datang dengan wajah memelas, "Mutti, aku lapar..." Huff.... buyar deh konsentrasi. Tapi mau bagaimana.. Masa ga dikasih makan? hehehe... Belum lagi kalau anak-anak saya mulai ribut karena rebutan mainan *sigh*. Jadi mau tidak mau ya harus terbiasa dengan interupsi-interupsi kecil semacam itu. 


3. Terisolasi

Ini yang biasanya dikhawatirkan banyak orang dengan bekerja full-time di rumah. Tidak ada teman ngobrol. Walaupun saya tidak sendirian di rumah, tapi tetap saja butuh teman bicara yang seumuran. Berbicara seharian setiap hari dengan anak kecil bisa membuat beberapa orang frustrasi.


4. Pingin ngemil terus

Setiap kali ingin masuk ke ruang kerja saya pasti harus melewati kulkas di dapur. Di dalamnya penuh dengan makanan kesukaan saya yang kebanyakan, ehm, kurang sehat. Karena mengatur jadwal sendiri, saya pasti punya banyak waktu untuk istirahat. Berhubung anak-anak saya dalam masa pertumbuhan, ngemilnya juga banyak. Beruntung saya diberkahi oleh Tuhan sistem metabolisme yang tinggi hehehe... walaupun makannya banyak tapi tetap ceking ;p Hanya saja dengan makan sembarangan tubuh saya jadi kurang fit dan berenergi. Sepertinya saya harus mengganti cemilan saya dengan yang lebih sehat....

5. Kuantitas waktu vs. waktu berkualitas dengan keluarga

Anak-anak saya tau saya di rumah, tapi mereka sering lupa bahwa ibunya tidak bisa setiap saat diajak bermain. Saya bekerja disaat mereka beristirahat siang dan malam. Tapi sering kali anak-anak saya tidak bisa tidur dan mendatangi saya hanya untuk memamerkan gambar yang baru ia buat tadi atau keberhasilannya menyatukan kepingan puzzle. Walaupun saya bersyukur bahwa saya bisa menyaksikan kejeniusan kecil anak-anak saya setiap saat, tapi hal ini seringkali membuyarkan konsentrasi dan fokus dalam bekerja.


6. Tidak ada jenjang karir dan pengakuan dari masyarakat

Saya adah bos bagi diri sendiri. Tidak ada yang memotivasi, menegur, memuji. Bagi yang terbiasa berkompetisi dengan rekan kerja, kerja di rumah bisa menyebabkan power syndrome. Juga, masyarakat masih menghubungkan identitas diri dengan pekerjaan. Ada rasa bangga ketika orang bertanya, apa pekerjaanmu. 'Saya seorang notaris,' atau 'Saya fashion editor di majalah B,' dan lain sebagainya. Tapi tidak sedikit orang yang memandang sebelah mata ketika jawabannya "hanya": 'Saya ibu rumah tangga'.


Memang semua tergantung pribadi masing-masing. Bagi yang merasa alasan-alasan diatas sebagai sesuatu yang besar, lebih baik pikir-pikir dulu deh untuk berhenti bekerja dari perusahaan Anda. Kerja di rumah itu tidak gampang. Dibutuhkan niat, disiplin dan motivasi tinggi. 

Tapi kalau saya menganggap bahwa semua pekerjaan ada resikonya bahkan walau "hanya" bekerja di rumah. Masalah sering terganggu dengan rengekan anak tidak saya jadikan beban. Saya berusaha memberi pengertian bahwa saya harus bekerja supaya mereka bisa sekolah, beli mainan baru atau makanan kesukaan mereka. Dan alhamdulillah saya diberkati dengan memiliki anak-anak yang cerdas dan pengertian. 

Juga ketakutan saya akan kesepian karena bekerja sendiri ternyata tidak beralasan. Saya tetap bisa chatting lewat FB, YM, BBM, dll. Seminggu sekali saya menyempatkan diri berkumpul dengan keluarga besar saya dan juga sebulan sekali biasanya saya hang out bersama sahabat-sahabat wanita saya. Semua alasan-alasan diatas malah membuat saya terpacu untuk bisa mengatur jadwal sendiri agar karir dan kehidupan sosial saya seimbang. 

Saya bangga ketika menyebut diri saya seorang ibu rumah tangga dan bekerja di rumah (apalagi kalo gajinya bisa melebihi yang kerja kantoran, hehehe...). Apapun yang Anda lakukan saat ini adalah pilihan hidup Anda. Saya yakin Anda akan melakukan yang terbaik untuk diri Anda dan keluarga. Semua pekerjaan ada resikonya, bukan? Entah bekerja di kantor atau rumah
, be happy with your choice!

Ada yang mau komentar?

Monday, 8 March 2010

Saya Yang Kerja, Dia Yang Kaya?



Akhir Februari lalu saya berhasil mencapai level 9%. Yay! :D Terima kasih ya Allah... Sayangnya ga bisa hadir di acara d'Bistro hari Minggu, 7 Maret 2010 kemarin berhubung kena flu singapore (jauh amat ya flunya hehehe). Jadi ga bisa foto-foto narsis dehh ;p Tapi ga papa kok... Yang berkesan dalam journey saya kali ini adalah bisa dibilang saya mencapai level 9% dengan agak sedikit "berdarah-darah"...;p Untuk ukuran seorang Consultant, masalahnya cukup bikin pusiiingg.. huhuuu... Dari mulai urusan IT, sampai downline saya yang memiliki nomor konsultan double. Sampai-sampai director dan director crossline saya, Mbak Dini dan Mimi, turun tangan bantuin saya membenahi masalah-masalah tersebut. Thank you so much...mmuuach! Semua menjadi pengalaman berharga sekaligus mendewasakan saya (mudah-mudahan, hehehe..). Alhamdulillah Allah memberikan cobaan yang lumayan berat diawal journey ini. Kenapa saya bilang "lumayan berat"? Karena saya yakin semakin tinggi level yang diraih akan semakin banyak dan berat tantangan yang akan dilalui. Semua itu malah menyulut semangat membara dalam diri saya untuk tetap mengejar target bulanan. Dan sekali lagi alhamdulillah sampai juga di level ini. One more step to become a Manager! Uh.. deg-degan... Hayo semangat! :D 


Saya bersyukur sekali bisa lancar naik level setiap bulan sejak bergabung di DBC sampai saat ini. Gimana ga? Semuanya udah lengkap dikasih oleh DBC utk mempermudah kita melebarkan jaringan. Website? Gratis tis tiiss! Online training? Tinggal download. Nyari prospek online? Semua diajarin step by step oleh para leader-nya. Dukungan dari partner bisnis? Dari mulai uplines, downlines, crosslines, semua saling bantu, mendukung, padahal kita komunikasi kebanyakan lewat email, chatting, forum. Ga ada yg namanya sikut-sikutan or backstabbing. Perusahaan ini bener-bener solid anggotanya. Ga salah pilih deh..! Dan itu semua bisa didapatkan hanya dengan duduk manis di rumah tanpa harus bermacet-macet ria, kena banjir, panas, dan ngadepin bos yang nyebelin.. hehe... 

DBC dan Oriflame bener-bener meruntuhkan semua anggapan miring saya dengan dunia mLm selama ini. Disini ga ada istilah kita kerja--yg diatas yg kaya, siapa yg mulai duluan dia yg lebih kaya, dll. Yang ada adalah, siapa yg kerja keras dan fokus, dia yg kaya :)  Sama aja motto-nya dengan bisnis lain kan? Ga percaya? Saran saya, pelajarin dulu bisnis yang akan kita jalanin, jangan nge-judge duluan. Siapa yang nyangka kalau bisnis mLm ternyata bisa menjanjikan? Dan bonusnya? Ngalahin karyawan yang kerja 10 tahun di kantoran deh..! :D Ga percaya lagi? Lain kali akan saya posting hitungannya di blog selanjutnya yaa. I love my job so much! ;)


-ilustrasi: TPG images-

Thursday, 11 February 2010

Tips Agar Tetap Termotivasi Walau Bekerja Dari Rumah


Anda punya kesempatan untuk bekerja dari rumah. Senangnya, Anda tak perlu lagi mengalami tekanan akibat tugas-tugas kantor yang menggunung. Tapi payahnya, motivasi Anda bekerja kini tak lagi setinggi dulu. Wah, apa dong yang harus dilakukan?

Yang pertama harus diatasi bila bekerja di rumah tentunya rasa sepi, karena suasana rumah pasti tak sehingar bingar suasana kantor yang sibuk. Cobalah untuk terus mengingatkan diri sendiri, Anda punya alasan khusus untuk memilih bekerja dari rumah.

Jangan terjebak di rumah terus. Pasti banyak hal terkait dengan pekerjaan yang membutuhkan Anda untuk keluar rumah. Ambil kesempatan itu sekaligus untuk 'menikmati' suasana di luar rumah.

Jadwalkan waktu dengan hati-hati agar tetap seimbang antara waktu untuk bekerja dan relaksasi. Di hari Anda tak sedang bekerja, rencanakan janji bertemu dengan teman-teman agar jejaring tetap terjaga, atau sedikit bersenang-senang dengan menonton film terbaru di bioskop.

Meski di rumah waktu Anda lebih fleksibel, jangan tergoda untuk menghamburkan waktu terlalu banyak untuk chatting atau ikutan diskusi online. Anda bisa mengerjakan banyak hal lain yang lebih berguna.

Tak usah peduli terhadap komentar-komentar negatif yang bisa bikin semangat melemah. Hanya Anda yang tahu akan kebutuhan Anda untuk bekerja dari rumah. Jangan biarkan pula pikiran-pikiran negatif tentang beragam kesulitan bekerja dari rumah mencabi-cabik keyakinan Anda. Sebaliknya, tanamkan dalam diri Anda, bahwa Anda pasti akan berhasil, dan bisa meraih apa yang Anda impikan!


-oleh: Selina Lamanu, ilustrasi: TPG images-

Monday, 8 February 2010

d'Bistro Februari 2010


Adek kakak kompak naik panggung

Location: Gedung Bank Syariah Mandiri, Jl. MH Thamrin

Naik level 6%... Alhamdulillah...:)

Naik Level 6% ;)

Senangnya hari Sabtu, 6 Februari 2010 ini naik panggung lagii... 6%...! Alhamdulillah.. :) 
Yang bikin bangga dua orang downlines saya, Acha dan mas Iwan, juga berhasil naik ke 3%. Yaayy..! Very proud of you guys! 

Bulan Februari ini d'Bistro ambil tema cinta-cintaan, walaupun Diamond Director kita, jeng Nadia, ngakunya ga ada hubungan dengan valentine..hehehe.. tapi kita semua hadir dengan nuansa pink ;) Temanya "Love is in d'Air". Acara diadain di Gedung Syariah Mandiri, jl. MH Thamrin. 

Acha ini adek saya yang bulan Januari kemarin baru merit. Walaupun sibuk dengan perintilan untuk persiapan wedding, dia tetep nyisihin waktu untuk d'BC. Hasilnya? Dapet juga bonus pertama di bulan Februari ini ;) Bulan depan 6% ya, Cha? Atau lompat ke 9% langsung?? ;)
Dan saya yakin bulan depan lebih banyak temen-temen di jaringan saya yang naik level juga. Apalagi ditambah ada promo "Dancing Lady Eau de toilette" yang enaaaakkk banget harumnya, makin semangat pastinya! 




Kali ini saya naik panggung tanpa harus ngos-ngosan kaya bulan lalu hehehe... Tepat waktu soalnya. Jadi senyumnya bisa agak manis sedikit... ;pp hahaha... Cheeeese.. ;)


Acha dan pin 3%
















Thursday, 21 January 2010

The Journey of a Thousand Miles Starts With a Single Step

Alhamdulillah bulan Januari ini naik panggung walau baru 3%, but the journey of a thousand miles starts with a single step. Sebenernya naik levelnya udah dari Desember kemarin tapi acara d'Bistro baru diadain awal taun. Eh, padahal saya baru join akhir November kemaren lhoo. Segalanya mungkin asal kita fokus dan kerja keras, ya gak? Dan tentunya juga semangat dari kerja sama tim yang oke doong... Love you partner-partnerku..;)

Tadi maunya on time dateng ke acara d'BISTRO di STC, tempat diadainnya gathering DBC Network tapi karena makan siang dulu dan orderannya dateng lamaaaa banget stengah jam lebih (tau aja mbaknya kalo saya lagi nervous mau naik panggung hehe) akhirnya telat dehh... Perjalanan dari BSD ke Senayan kan lumayan jauh tuh. Pas udah sampe ternyata masi harus naik tangga lagi di lantai 8 sambil sedikit "nyeret" Katja, anak saya yang pertama..hihihi.. Maap ya nak, emaknya semangat banget nih mo naik panggung. Sampe atas masi ngantri lagi beli tiket masuk. Ngebut deh nulis data diri karena dari arah ruangan udah terdengar sayup-sayup pengumuman warga DBC yang naik level 3%.. Whaaaa.. that's meeee...! Larilah saya sekencang-kencangnya (sebelomnya nitip Katja ke Acha, adekku tercinta, dulu hehehe ;p) dari luar ruangan menuju panggung. Sempet papasan ma leaderku tersayang Dina Tantri yang lagi megang telfon kayaknya baru aja mo nelfon saya nanya dimana posisi saya hehehhe... "Cepetan, Liiiv...!" Jadi sampailah saya ke panggung sambil ngos-ngosan..

Liat dong nyengirnya, nyengir maksa keabisan napas huhuu..;p 
Ah, tapi senaaaang sekaliiii... hmm 3% aja begini rasanya, apalagi kalo udah director ya... Amin aminnn

Selamat ya buat yg bulan ini
naik level, 3%, 6%, 9%, 18%, dan seterusnya! hebat dehh..! Hayo bulan depan kita bareng2 lagi naik level berikutnya..! 
(Buat yang belum pernah denger DBCN, monggooo....klik disini)